Menatap Langit pada Titik Sepi

Minggu, 24 April 2011

Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono

AIR SELOKAN

"Air yang di selokan itu mengalir dari rumah sakit," katamu pada suatu hari minggu pagi. Waktu itu kau berjalanjalan bersama istrimu yang sedang mengandung
-- ia hampir muntah karena bau sengit itu.
Dulu di selokan itu mengalir pula air yang digunakan untuk memandikanmu waktu kau lahir: campur darah dan amis baunya. Kabarnya tadi sore mereka sibuk memandikan mayat di kamar mati.
Senja ini ketika dua orang anak sedang berak di tepi selokan itu, salah seorang tiba-tiba berdiri dan menuding sesuatu:
"Hore, ada nyawa lagi terapung-apung di air itu -- alangkah indahnya!"
Tapi kau tak mungkin lagi menyaksikan yang berkilau-kilauan hanyut di permukaan air yang anyir baunya itu, sayang sekali.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.


AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


AKULAH SI TELAGA

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja
-- perahumu biar aku yang menjaganya

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.


ANGIN, 1

angin yang diciptakan untuk senantiasa bergerak dari sudut ke sudut dunia ini pernah pada suatu hari berhenti ketika mendengar suara nabi kita Adam menyapa istrinya untuk pertama kali, "hei siapa ini yang mendadak di depanku?"
angin itu tersentak kembali ketika kemudian terdengar jerit wanita untuk pertama kali, sejak itu ia terus bertiup tak pernah menoleh lagi
-- sampai pagi tadi:
ketika kau bagai terpesona sebab tiba-tiba merasa scorang diri di tengah bising-bising ini tanpa Hawa

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Jumat, 22 April 2011

Maafkan Kami Bumi

Mentari tak pernah lelah hangatkan bumi
Pun juga rembulan tak lelahnya kelilingi bumi
Mayapada pun masih memberi arti untuk bumi
Meski manusia tak pernah lelah panasi bumi
Pun juga tak lelahnya menjajah bumi
Manusia pun tak lagi mengerti arti bumi

Semoga mentari selalu sudi hangatkan bumi
Meski manusia enggan dinginkan bumi
Semoga rembulan masih sedia kelilingi bumi
Meski manusia terus saja menjarah bumi
Semoga mayapada selalu menerima bumi
Meski manusia enggan merawat bumi

Tuhan...maafkan kami yang tak becus menjaga bumi..

Sabtu, 09 April 2011

kata yg tak terucap

Apa yang kita alami
Apa yang kita jalani
Walau setitik
Walau setepi
Berhimpitan antara kata kata
Yang tak terucap..
Kata berganti tangis
Mimpi terhenti,ketika tiba dipersimpangan..
Ruang gelap
Cahaya hanya dari hatiku
Bersinar...
Menanti sekeping hati yang pergi